Bahaya Mencuci Tangan Tanpa Sabun

Bahaya Mencuci Tangan Tanpa SabunGEMBALA SAPI

Halo sobat gembil yang sangat kami banggakan, bagaimana kabar anda hari ini ? semoga selalu dalam keadaan yang baik saja dan berbahagia. Khususnya bagi anda para pemburu informasi sejati yang telah hadir disini.

GEMBALA SAPI

Seberapa sering kalian cuci tangan hanya pakai air mengalir saja? Apalagi kalau lagi lapar banget, pasti deh cuci tangannya hanya pakai air tanpa memakai sabun. Padahal, tangan merupakan anggota badan yang sering banget berkontak dengan benda dan sering terkontaminasi dengan mikroba.

Lagipula, cuci tangan yang benar pakai sabun juga sangat mudah dilakukan dan tidak memakan waktu yang lama, bukan? Tahu nggak sih kalau cuci tangan hanya pakai air ternyata nggak bersih? Jangan kaget kalau 5 mikroba penyebab penyakit ini masih bisa hidup di tangan kamu.

1. Bakteri penyebab diare

Diare merupakan penyakit yang paling langganan terjadi kalau kamu kurang bisa jaga kebersihan. Menurut CDC, 1 dari 9 anak-anak meninggal karena diare. Hal ini menjadikan diare penyakit nomor dua yang dapat menyebabkan kematian pada anak usia di bawah lima tahun.

Diare disebabkan oleh banyak kuman, salah satunya bakteri Shigella sp. Bakteri ini sangat mudah menyebar dari orang ke orang sehingga salah satu yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran bakteri ini dengan mencuci tangan yang benar pakai sabun dan air.

Cuci Tangan Tanpa Sabun

2. Virus infeksi saluran pernapasan

Kalian tahu nggak kalau penyakit Infeksi Saluran Pernapasan merupakan penyakit kematian utama pada balita? Infeksi ini paling sering disebabkan oleh Respiratory Syncytial Virus ( RSV ). Virus ini nggak hanya menyerang balita, melainkan juga orang dewasa.

Pada orang dewasa dengan infeksi virus RSV memiliki gejala pilek biasa, seperti hidung tersumbat atau pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala ringan, batuk, dan demam. Tetapi yang bahaya kalau menyerang balita, nih virus ini dapat menyerang paru-paru, jantung, dan sistem kekebalan tubuh.

3. Bakteri penyebab radang paru

Radang paru-paru merupakan penyakit yang banyak di negara berkembang seperti Indonesia. Menurut Riskesdas , angka penyebarannya pun meningkat dari tahun ke tahun pada beberapa daerah.

Radang paru-paru ini memiliki gejala-gejala seperti demam tinggi yang disertai batuk berdahak, nafas cepat dan sesak, sakit kepala, gelisah, dan nafsu makan berkurang. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae .

INFORMASI SEPUTAR KESEHATAN

4. Parasit penyebab infeksi cacing

Penyakit cacing seperti Ascariasis dan Trichuriasis masih sering mengintai indonesia , lho. Infeksi parasit ini akan mengakibatkan tidak nafsu makan, kekurangan nutrisi, anemia, berat badan menurun, dan pertumbuhan menjadi terhambat.

Selain itu, cacingan juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi yakni penyumbatan usus, penyumbatan saluran napas dan saluran empedu serta radang saluran empedu. Cara infeksi cacing ini adalah melalui makanan-minuman yang tercemar telur infektif sehingga aspek kebersihan menjadi faktor risiko penyebaran parasit.

5. Mikroba penyebab penyakit kulit

Selain keempat penyakit di atas, lagi-lagi cuci tangan yang hanya menggunakan air mengalir dan kurang menjaga kebersihan bisa juga nih menyebabkan penyakit kulit. Penyakit kulit salah satu penyebabnya adalah bakteri Staphylococcus aureus.

akteri ini adalah bakteri tetap pada tangan namun bisa bersifat infeksius apabila masuk kedalam tubuh. Sebab, S.aureus dapat hidup pada makanan yang mengandung garam dan jenis makanan yang dibuat dengan tangan.

Yakin kalian masih mau cuci tangan hanya pakai air saja ?

 

Cerita Unik, Berita Menarik, Fakta Unik, Fakta Dunia, Fakta Indonesia, 10 Fakta Unik, 5 Fakta Unik, 10 Fakta Menarik, 5 Fakta Menarik, Informasi Unik, Informasi Menarik, 10 Informasi Unik, 5 Informasi Menarik, IDN Times, Jalan Tikus, Brilio, Seword, Kaskus, Kumparan, Alodokter, Wikipedia, Google, Facebook, Instagram, Youtube, 7 fakta unik, 7 fakta menarik, 7 rahasia menarik. 5 rahasia menarik, 10 rahasia menarik

gembil

Create Account



Log In Your Account