Bahaya Karena Sering Mengeluh Menurut Sains

Bahaya Karena Sering Mengeluh Menurut SainsGEMBALA SAPI

Halo sobat gembil yang sangat kami banggakan, bagaimana kabar anda hari ini ? semoga selalu dalam keadaan yang baik saja dan berbahagia. Khususnya bagi anda para pemburu informasi sejati yang telah hadir disini.

GEMBALA SAPI

Tak usah sok kuat dengan mengaku bahwa kamu tidak pernah mengeluh seumur hidup. Semua orang pasti pernah melakukannya. Misalnya, saat mengerjakan skripsi dan kesulitan bertemu dengan dosen pembimbing.

Di saat itulah kita ingin sekali mengeluh dan menyampaikannya pada orang lain. Atau saat uang gaji yang di pertengahan bulan sudah habis. “Duh, masih 20 hari lagi gajian, nih! Duitnya udah tinggal tigaratus ribu…”.

Ternyata keseringan mengeluh bisa mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Hal ini sudah menjadi topik penelitian psikologi dan dunia kesehatan selama bertahun-tahun. Apa aja, sih bahayanya ? Simak ulasan ilmiahnya di bawah ini.

Bahaya Sering Mengeluh

1. Sering berpikir negatif.

Apa pun yang kita lakukan dan pikirkan selalu berkaitan dengan otak, termasuk mengeluh. Tanpa kita sadari, saat mengeluh ternyata otak kita bereaksi dan mempengaruhi pikiran serta tubuh seorang manusia.

Seorang saintis computer dan filosof Steven Parton mengatakan, “Synapse that fire together wire together.” Artinya, sinapsis yang sama-sama bergejolak akan saling berhubungan dalam waktu bersamaan.

2. Menurunkan daya ingat.

Sebuah studi dari Stanford University pada tahun 1996 tentang MRI menunjukkan bahwa kebanyakan sambat ternyata dapat mengurangi volume hippocampus—bagian otak yang memiliki fungsi kognitif.

Hippocampus yang lebih kecil akan mempengaruhi daya ingat dan kemampuan beradaptasi di situasi baru. Efek dari pemikiran negatif akan mempengaruhi neuron di hippocampus. Bagian otak ini semestinya digunakan untuk memecahkan masalah.

3. Hormon stres meningkat.

Saat mengeluh, kita sedang dalam keadaan stres di mana tubuh kit akhirnya memproduksi hormon kortisol. Ini adalah hormon yang muncul saat kita merasa dalam bahaya dan mencari perlindungan.

Saat level kortisol naik drastis, tekanan dan gula darah ikut naik. Bila mengeluh berulang kali secara terus menerus setiap harinya, tentu hormon ini akan terus ada dan akhirnya mempengaruhi hippocampus.

INFORMASI SEPUTAR SAINS

4. Memperpendek usia hidup.

Mengeluh terus-terusan gak cuma memberikan pengaruh buruk untuk jangka pendek, tapi juga jangka panjang. Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Archives of General Prychiatry menuliskan bahwa orang yang optimis memiliki umur lebih panjang daripada yang pesimis.

Datanya menunjukkan, 55 persen dari mereka memiliki risiko kematian lebih rendah dari semua penyebab dan 23 persen risiko kematian lebih rendah akibat serangan jantung. Stres jangka panjang dapat mempengaruhi sistem imun dan keseimbangan metabolisme.

5. Menebar aura negatif.

Dan tanpa kita sadari juga, kalau mengeluh terus-terusan dan mengekspresikannya di hadapan orang lain akan mempengaruhinya juga dalam berpikir. Ketika kita melihat seseorang mengekspresikan emosinya.

Inilah yang disebut dengan empati. Maka, pemikiran negatifmu pun bisa mempengaruhi teman yang sebenarnya tidak tahu apa-apa soal permasalahanmu itu. Pada akhirnya, kamu bukannya mendapat bantuan melainkan serangan pemikiran negatif dari orang lain yang akan semakin membuatmu stres.

Jadi, kalau punya masalah jangan sering membagikan keluh kesah pada orang lain. Fokus saja pada solusinya sehingga stres yang kamu alami juga tidak semakin menjadi-jadi.

 

Cerita Unik, Berita Menarik, Fakta Unik, Fakta Dunia, Fakta Indonesia, 10 Fakta Unik, 5 Fakta Unik, 10 Fakta Menarik, 5 Fakta Menarik, Informasi Unik, Informasi Menarik, 10 Informasi Unik, 5 Informasi Menarik, IDN Times, Jalan Tikus, Brilio, Seword, Kaskus, Kumparan, Alodokter, Wikipedia, Google, Facebook, Instagram, Youtube, 7 fakta unik, 7 fakta menarik, 7 rahasia menarik. 5 rahasia menarik, 10 rahasia menarik

gembil

Create Account



Log In Your Account